Pratinjau
Prediksi Spezia vs Entella biasanya tak butuh dramatisasi berlebih, tapi kali ini drama memang ada: derby Liguria, klasemen rapat, dan dua tim yang mengintip zona play-off degradasi. Spezia dan Virtus Entella bertemu pada Sabtu, 7 Februari 2026 (18:30 GMT) di Stadio Alberto Picco untuk Jornada 23 — terasa seperti ujian musim dingin yang tak bisa diulang.
Klasemen menegaskan ketegangannya. Entella duduk di posisi ke-16 dengan 21 poin dari 22 laga, Spezia di posisi ke-17 dengan 20 poin. Keduanya cukup dekat dengan zona aman untuk bermimpi, dan cukup dekat dengan bahaya untuk panik. Rangkaian hasil Entella belakangan (S-K-S-M-K) mencerminkan musim mereka: punya kualitas, tapi sulit diandalkan dari pekan ke pekan. Spezia datang dengan luka usai kalah 0-1 dari Sampdoria, meski sempat menang vital 1-0 atas Avellino akhir Januari — pengingat bahwa mereka bisa menang 'jelek' saat situasi menuntut.
Manajemen skuad Spezia dipengaruhi oleh absen dan aktivitas Januari. Kiper Mouhamadou Sarr masih absen karena pergelangan kaki patah (diperkirakan kembali April). Filippo Bandinelli diragukan akibat masalah berulang, sementara Szymon Żurkowski masih lama di luar karena masalah lutut. Di lini belakang, Nicolò Bertola menjalani larangan bermain satu laga, dan Aleš Matějů masih terganggu oleh ketegangan hamstring.
Pasar tak menunggu: Spezia merekrut Alessandro Bellemo dan penyerang Laurs Skjellerup sebelum jendela ditutup 2 Februari. Mereka juga melepas Edoardo Soleri ke Sampdoria, dan Rachid Kouda kembali ke Parma.
Entella punya lebih sedikit cedera besar, tapi Antonio Boccadamo absen. Detail taruhan kecil yang perlu diperhatikan: Andrea Franzoni dan Marco Dalla Vecchia sama-sama tinggal satu kartu kuning lagi untuk skorsing, yang bisa memengaruhi intensitas pressing mereka di lini tengah. Entella memperkuat skuad dengan Leonardo Benedetti dan L. Cuppone, sementara D. Ankeye kembali ke Genoa usai masa pinjamnya berakhir.
Di bawah Roberto Donadoni, Spezia mencoba menemukan kembali kebiasaan dasar: rebut bola kedua, jaga kotak penalti, dan kurangi kehilangan bola murah. Donadoni beberapa kali menyinggung buruknya pengelolaan penguasaan bola, dan cedera membuat opsi-opsi muda seperti Christian Comotto dan Alessandro Romano lebih sering diperhitungkan. Harapkan susunan yang kompak, fokus mengendalikan wilayah daripada bermain berisiko tinggi.
Entella asuhan Andrea Chiappella mengandalkan semangat dan kerapian defensif. Di laga tandang mereka kesulitan besar — belum punya kemenangan tandang musim ini — sehingga rencananya sering kali: bertahan dulu, lalu memanfaatkan serangan balik lewat Tommaso Fumagalli saat ruang terbuka.
Odds taruhan merefleksikan pasar yang berhati-hati: Spezia menang 2.4, seri 3.2, Entella menang 3.9. Rentang harga itu mengisyaratkan “unggul tipis buat Spezia, tapi jangan anggap aman.” Ini sejalan dengan cerita musim: Spezia beberapa kali memberi kejutan gigih seperti 2-2 tandang lawan Parma pada 24 September 2025 meski underdog, sementara Entella juga sempat imbang 1-1 di Cagliari pada 16 Agustus 2025.
Mengapa 1X yang konservatif menonjol: keunggulan head-to-head Spezia, puasa kemenangan tandang Entella, dan tekstur permainan yang diantisipasi semuanya mengarah ke sana. Model kami memproyeksikan Spezia menguasai bola sekitar 54%, dengan tembakan sekitar 13-10 dan tembakan tepat sasaran 3-2. Itu bukan profil pertandingan skor tinggi; itu lebih mirip derby tegang yang sering berhenti-berhenti.
Prediksi Spezia vs Entella juga condong ke bawah 2.5 total gol karena data menunjukkan sedikit peluang bersih: sekitar 10 tendangan sudut (6-4) tapi akurasi terbatas, plus perkiraan kartu yang seimbang (dua kartu kuning untuk masing-masing tim) yang menandakan kontrol daripada kekacauan. Nilai pasar (€27.95m vs €12.18m) memberi Spezia kedalaman skuad lebih, namun belum tentu lebih banyak gol.
Keputusan akhir: Spezia 1-0 Entella, dengan 0-0 di babak pertama. Terlihat seperti malam di Picco di mana kesabaran menang, dan satu momen menentukan poin.
Prediksi Spezia vs Entella biasanya tak butuh dramatisasi berlebih, tapi kali ini drama memang ada: derby Liguria, klasemen rapat, dan dua tim yang mengintip zona play-off degradasi. Spezia dan Virtus Entella bertemu pada Sabtu, 7 Februari 2026 (18:30 GMT) di Stadio Alberto Picco untuk Jornada 23 — terasa seperti ujian musim dingin yang tak bisa diulang.
Klasemen menegaskan ketegangannya. Entella duduk di posisi ke-16 dengan 21 poin dari 22 laga, Spezia di posisi ke-17 dengan 20 poin. Keduanya cukup dekat dengan zona aman untuk bermimpi, dan cukup dekat dengan bahaya untuk panik. Rangkaian hasil Entella belakangan (S-K-S-M-K) mencerminkan musim mereka: punya kualitas, tapi sulit diandalkan dari pekan ke pekan. Spezia datang dengan luka usai kalah 0-1 dari Sampdoria, meski sempat menang vital 1-0 atas Avellino akhir Januari — pengingat bahwa mereka bisa menang 'jelek' saat situasi menuntut.
Manajemen skuad Spezia dipengaruhi oleh absen dan aktivitas Januari. Kiper Mouhamadou Sarr masih absen karena pergelangan kaki patah (diperkirakan kembali April). Filippo Bandinelli diragukan akibat masalah berulang, sementara Szymon Żurkowski masih lama di luar karena masalah lutut. Di lini belakang, Nicolò Bertola menjalani larangan bermain satu laga, dan Aleš Matějů masih terganggu oleh ketegangan hamstring.
Pasar tak menunggu: Spezia merekrut Alessandro Bellemo dan penyerang Laurs Skjellerup sebelum jendela ditutup 2 Februari. Mereka juga melepas Edoardo Soleri ke Sampdoria, dan Rachid Kouda kembali ke Parma.
Entella punya lebih sedikit cedera besar, tapi Antonio Boccadamo absen. Detail taruhan kecil yang perlu diperhatikan: Andrea Franzoni dan Marco Dalla Vecchia sama-sama tinggal satu kartu kuning lagi untuk skorsing, yang bisa memengaruhi intensitas pressing mereka di lini tengah. Entella memperkuat skuad dengan Leonardo Benedetti dan L. Cuppone, sementara D. Ankeye kembali ke Genoa usai masa pinjamnya berakhir.
Di bawah Roberto Donadoni, Spezia mencoba menemukan kembali kebiasaan dasar: rebut bola kedua, jaga kotak penalti, dan kurangi kehilangan bola murah. Donadoni beberapa kali menyinggung buruknya pengelolaan penguasaan bola, dan cedera membuat opsi-opsi muda seperti Christian Comotto dan Alessandro Romano lebih sering diperhitungkan. Harapkan susunan yang kompak, fokus mengendalikan wilayah daripada bermain berisiko tinggi.
Entella asuhan Andrea Chiappella mengandalkan semangat dan kerapian defensif. Di laga tandang mereka kesulitan besar — belum punya kemenangan tandang musim ini — sehingga rencananya sering kali: bertahan dulu, lalu memanfaatkan serangan balik lewat Tommaso Fumagalli saat ruang terbuka.
Odds taruhan merefleksikan pasar yang berhati-hati: Spezia menang 2.4, seri 3.2, Entella menang 3.9. Rentang harga itu mengisyaratkan “unggul tipis buat Spezia, tapi jangan anggap aman.” Ini sejalan dengan cerita musim: Spezia beberapa kali memberi kejutan gigih seperti 2-2 tandang lawan Parma pada 24 September 2025 meski underdog, sementara Entella juga sempat imbang 1-1 di Cagliari pada 16 Agustus 2025.
Mengapa 1X yang konservatif menonjol: keunggulan head-to-head Spezia, puasa kemenangan tandang Entella, dan tekstur permainan yang diantisipasi semuanya mengarah ke sana. Model kami memproyeksikan Spezia menguasai bola sekitar 54%, dengan tembakan sekitar 13-10 dan tembakan tepat sasaran 3-2. Itu bukan profil pertandingan skor tinggi; itu lebih mirip derby tegang yang sering berhenti-berhenti.
Prediksi Spezia vs Entella juga condong ke bawah 2.5 total gol karena data menunjukkan sedikit peluang bersih: sekitar 10 tendangan sudut (6-4) tapi akurasi terbatas, plus perkiraan kartu yang seimbang (dua kartu kuning untuk masing-masing tim) yang menandakan kontrol daripada kekacauan. Nilai pasar (€27.95m vs €12.18m) memberi Spezia kedalaman skuad lebih, namun belum tentu lebih banyak gol.
Keputusan akhir: Spezia 1-0 Entella, dengan 0-0 di babak pertama. Terlihat seperti malam di Picco di mana kesabaran menang, dan satu momen menentukan poin.
Baca Selengkapnya
Tutup
1X -323
Spezia untuk menang atau seri dengan odds -3231 125
Spezia diprediksi menang dengan odds 125Under 2.5 -154
Tidak lebih dari 2 gol tercipta di pertandinganTidak -108
Minimal satu tim tidak cetak gol1X&U4.5 -213
Tuan rumah menang/seri & under 4.5 gol
0:0
1:0
|
4
-
3
-
0
|
|
Entella |
08-Dec-25
0:1
| Spezia ![]() |
Spezia |
27-Jul-20
0:0
| Entella ![]() |
Entella |
26-Dec-19
0:0
| Spezia ![]() |
Entella |
05-Feb-18
0:1
| Spezia ![]() |
Spezia |
09-Sep-17
2:1
| Entella ![]() |
Spezia |
22-Apr-17
2:0
| Entella ![]() |
Entella |
25-Nov-16
1:1
| Spezia ![]() |
| 15 Feb |
Spezia.
|
-
| Frosinone.
| |
| 07 Feb | D |
Spezia.
|
1:1
| Entella.
|
| 31 Jan | L |
Sampdoria.
|
1:0
| Spezia.
|
| 24 Jan | W |
Spezia.
|
1:0
| Avellino.
|
| 18 Jan | L |
Palermo.
|
1:0
| Spezia.
|
| 10 Jan | L |
Sudtirol.
|
2:1
| Spezia.
|
| 27 Dec | W |
Spezia.
|
2:1
| Pescara.
|
| 20 Dec | L |
Frosinone.
|
2:1
| Spezia.
|
| 13 Dec | L |
Spezia.
|
0:2
| Modena.
|
| 08 Dec | W |
Entella.
|
0:1
| Spezia.
|
| 14 Feb | Palermo. |
- |
Entella.![]() | |
| 10 Feb | W | Entella. |
3:1 |
Cesena.![]() |
| 07 Feb | D | Spezia. |
1:1 |
Entella.![]() |
| 31 Jan | D | Entella. |
1:1 |
Frosinone.![]() |
| 24 Jan | L | Juve Stabi. |
1:0 |
Entella.![]() |
| 16 Jan | D | Sampdoria. |
1:1 |
Entella.![]() |
| 10 Jan | W | Entella. |
1:0 |
Monza.![]() |
| 27 Dec | L | Venezia. |
1:0 |
Entella.![]() |
| 21 Dec | D | Entella. |
1:1 |
Sudtirol.![]() |
| 14 Dec | L | Carrarese. |
3:1 |
Entella.![]() |
Italy - Serie B| Tim | Pertandingan | Gol | Poin | |
|---|---|---|---|---|
| 1 |
Venezia | 24 | 46-22 | 50 |
| 2 |
Monza | 23 | 36-19 | 47 |
| 3 |
Frosinone | 23 | 41-21 | 46 |
| 4 |
Palermo | 24 | 39-19 | 45 |
| 5 |
Catanzaro | 24 | 32-26 | 38 |
| 6 |
Modena | 24 | 31-19 | 37 |
| 7 |
Cesena | 24 | 32-30 | 37 |
| 8 |
Juve Stabia | 23 | 27-26 | 35 |
| 9 |
Carrarese | 24 | 31-33 | 30 |
| 10 |
Sudtirol | 23 | 24-23 | 29 |
| 11 |
Padova | 24 | 25-30 | 29 |
| 12 |
Empoli | 23 | 28-31 | 28 |
| 13 |
Avellino | 23 | 28-37 | 28 |
| 14 |
Sampdoria | 24 | 26-32 | 26 |
| 15 |
Virtus Entella | 24 | 23-31 | 25 |
| 16 |
Reggiana | 24 | 26-34 | 24 |
| 17 |
Mantova | 24 | 24-38 | 23 |
| 18 |
Spezia | 23 | 20-30 | 21 |
| 19 |
Bari | 23 | 19-36 | 20 |
| 20 |
Pescara | 24 | 27-48 | 15 |